Trik mempercepat sistem operasi Microsoft Windows 10

Tak bisa dipungkiri bahwa sistem operasi komputer paling populer adalah Windows. Setiap produk OS keluaran Microsoft pasti laris manis, meskipun mirisnya di negeri +62 masih banyak yang suka menggunakan yang bajakan. Dari beberapa seri keluarannya, Microsoft Windows 10 saat ini menjadi pilihan utama terutama karena optimalisasi dukungan perangkat keras yang mendukungnya.

Salah satu harapan pengguna sistem operasi apapun tentu saja performa yang kencang, tampilan yang cantik dan nyaman di mata. Namun terkadang harapan tentang performa tersebut tidak kesampaian entah karena spek komputer yang sudah lambat, terlalu banyak program background, diserang virus komputer, dan sebagainya.

Berikut di artikel ini ada beberapa tips untuk mendongkrak performa Microsoft Windows 10:

1. Disable program-program startup yang tidak diperlukan

Pada kotak search di taskbar, ketikkan “taskmgr”. Setelah muncul jendela Task Manager, klik tab “Startup”. Kemudian klik-kanan pada program(-program) yang tidak diperlukan pada starup lalu pilih “Disable”.

2. Mematikan fitur membuka file secara otomatis

Windows 10 memiliki fitur yang akan me-restart program yang sedang terbuka pada saat komputer dimatikan. Seringkali hal tersebut tidak dibutuhkan padahal cukup memakan sumber daya.

Buka Settings, lalu pilih Sign-in options. Pada bagian “Privacy”, matikan pilihan Use my sign-in info to automatically finish setting up my device and reopen my apps after an upgrade or restart.

3. Mematikan Program background

Biasanya ada beberapa program yang diatur untuk berjalan di latar belakang/background. Terkadang beberapa program tidak diperlukan, sehingga kita bisa mematikannya.

Buka Settings, kemudian pilih Privacy. Lalu klik Background Apps, matikan pilihan Let apps run in background

4. Defrag harddisk secara berkala

Semakin banyak file yang tersimpan di harddisk, biasanya menyebabkan Microsoft Windows 10 menjadi lambat. Salah satu penyebab lambatnya adalah karena terjadinya fragmentasi file-file pada harddisk. Fragmentasi terjadi karena sebuah file yang disimpan tidak di dalam blok yang beraturan. Hal ini menyebabkan kerja head harddisk menjadi semakin besar karena pada saat membaca file, dia mesti berpindah dari blok satu ke blok lain yang tidak berurutan atau berjauhan.

Buka program defrag dengan cara mengetikkan Defrag pada search Taskbar lalu pilih program Defragment and Optimize Drives. Kemudian pilih Analyse dan Optimize. Ada juga pilihan penjadwalan defragment secara otomatis.

5. Pengaturan Power Plan Microsoft Windows 10

Power plan biasanya menjadi fitur yang penting di Laptop karena berhubungan langsung dengan pemakaian baterai. Pada dasarnya ada tiga mode Power Plan yaitu Balanced, High Performance dan Power Saver. Untuk performa maksimal, pilih mode High Performance.

Power plan Windows

6. Disable Visual Effect

Ketik dan buka Control Panel melalui search box. Klik System and Security, pilih System, kemudian klik Advanced system settings. Pada tab Advanced – group Preformance klik tombol Settings. Ada empat pilihan pengaturan. Untuk performa maksimal bisa pilih Adjust for best performance. Ada juga pilihan kustom, sehingga kita bisa memilih untuk performa maksimal dengan tampilan yang masih bagus.

7. Disable Notifications and Actions

Ketik Notifications and Actions pada Search box, kemudian buka pengaturannya. Matikan pilihan Get Tips, Tricks and Suggestions as you use Windows

8. Mematikan Search Indexing

Search Indexing sangat membantu dalam proses searching file di Windows. Namun ini membawa dampak pada pemakaian sumber daya komputer yang semakin besar.

Baca juga: Covid 19 merangsang percepatan Revolusi Industri 4 0

Ketik services.msc pada search box, lalu cari service Windows Search. Klik kanan pada nama service, pilih Properties. Klik tombol Stop kemudian matikan startup dengan memilih disabled pada kotak pilihan Startup type.

Search Index

Demikian beberapa trik untuk mempercepat Microsoft Windows 10. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply