Covid 19 news

Covid 19 news mengajarkan kita tentang percepatan era revolusi industri 4.0

Sudah hampir setahun dunia dilanda wabah massal Corona Virus 19. Dan sampai saat ini vaksin yang benar-benar ampuh untuk menyembuhkan penyakit ini belum kunjung ditemukan. Berbagai riset di seluruh belahan dunia tentu saja telah dilakukan. Berbagai pemberitaan Covid 19 news di berbagai media telah mengabarkan negara ini sudah menemukan – negara itu sudah menemukan vaksin. Namun faktanya belum ada negara yang benar-benar mampu secara meyakinkan mengklaim tingkat kesuksesan yang menjanjikan. Sementara jumlah korban dari hari ke hari cenderung meningkat.

Munculnya protokol Covid 19

covid 19 news
Nona pakai masker

Langkah-langkah antisipasi telah dilakukan guna menghadapi kondisi luar biasa seperti ini, termasuk Pemerintah Indonesia. Apresiasi yang sebesar-besarnya wajib diberikan kepada pemerintah baik pemerintah pusat maupun di daerah-daerah.

Sejauh ini pemerintah telah berupaya sekuat tenaga tanpa kenal lelah menjaga keselamatan masyarakat dari ancaman wabah ini, sambil menjaga keseimbangan dengan aspek-aspek kehidupan lain. Aspek-aspek lain yang paling utama adalah pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat. Sehingga masyarakat masih diperbolehkan untuk beraktivitas sosial demi kelangsungan hidup sambil tetap memperhatikan keselamatan diri dan orang lain. Untuk itu telah diciptakan protokol-protokol Covid 19 yang secara terus menerus disosialisasikan dalam berbagai bentuk dan cara.

Penyesuaian diri sebagian masyarakat terhadap protokol-protokol Covid 19 di Indonesia faktanya belum berjalan baik. Hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya kegiatan pengumpulan massa. Apalagi di beberapa daerah, termasuk Kabupaten Ngada, sedang mempersiapkan diri untuk melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah pada bulan Desember 2020 ini. Akibatnya apa yang muncul dari berita tentang Coronavirus adalah grafik kematian yang cenderung meningkat. ๐Ÿ™

Memperbaiki grafik pada pemberitaan Covid 19 News

Era revolusi industri 4.0
Coronavirus News

Di era Revolusi Industri 4.0 ini sebetulnya sudah ada banyak kemudahan dalam menjalankan proses bekerja untuk mempertahankan hidup sambil tetap mempertahankan protokol kesehatan bagi diri dan orang lain. Karena sifat utama protokol adalah MENJAGA JARAK, maka teknologi-teknologi tatap muka jarak jauh bisa dioptimalkan. Ada banyak aplikasi yang bisa digunakan seperti Zoom, Google Meeting, Whatsapp, dan lain lain. Dari hal-hal seperti ini diharapkan isi dari Covid 19 news berubah menjadi menurun.

Saat ini sebagian kecil kalangan sudah mulai mengoptimalkan penggunaan meeting jarak jauh. Menurut pengamatan penulis, yang paling optimal menggunakan adalah pihak kementerian dan berbagai unsur pemerintah pusat, instansi-instansi vertikal di daerah, dan pemerintah provinsi (Nusa Tenggara Timur).

Baca juga : Laragon alterrnatif XAMPP terbaik di Windows

Era Revolusi Industri 4.0 sudah diprediksi

Salah satu orang paling berkesan dalam hidup saya adalah almarhum Bapak Jan Jos Botha. Beliau adalah mantan Bupati Ngada yang menjabat sebagai Bupati periode 1971-1978 dan beliau adalah opa saya. Pada suatu liburan, sekitar tahun 1999, saya mengisi liburan dengan mengunjungi beliau.

Dalam satu obrolan kami pada suatu pagi yang cerah, beliau berbicara tentang visi masa depannya soal Teknologi Informasi. Katanya : “Di masa yang akan datang, dengan teknologi orang-orang akan mampu bekerja secara remote dari jarak jauh”.

Saya mempercayai sepenuhnya apa yang ia katakan pada saat itu, bukan karena perasaan sentimentil seorang cucu, melainkan karena punya keyakinan terhadap dunia yang saya geluti. Bagi sebagian orang dengan latar belakang pengalaman sendiri mungkin merasa itu biasa-biasa saja, namun terbukti sampai saat ini belum banyak pimpinan daerah di zaman modern ini yang (sukses) mewujudkan ini, bahkan lebih parah lagi bermimpi-pun tidak!

Visi itu terbukti karena di era revolusi industri 4.0 ini sudah tersedia berbagai macam pilihan dan cara untuk mewujudkan itu. Dalam hubungan (terutama) dengan isi dari Covid 19 news ini optimalisasi pemanfaatan Teknologi Informasi sudah wajib diimplementasikan, bukan pilihan lagi.

Baca juga: Cara membuat database menggunakan MariaDB/Mysql

Melawan Coronavirus dengan percepatan optimalisasi Teknologi Informasi

Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Kominfo saat ini melakukan upaya percepatan optimalisasi teknologi informasi melalui kegiatan Assesment Smart City. Hal ini patut diapresiasi karena ini menunjukkan bahwa Presiden Jokowi dan jajarannya berupaya keras melakukan pemerataan khususnya di bidang teknologi informasi.

Diharapkan kegiatan Assesment Smart City ini menjadi salah satu jalan penggugah kesadaran masyarakat agar bisa menjadi pelaku, agen…. bukan penonton, penikmat apalagi korban revolusi industri. Karena tidak ada cara yang lebih aman dalam mengurangi laju kenaikan angka kematian dan penyebaran covid selain melakukan optimalisasi teknologi informasi.

Adaptasi budaya kerja baru

Kondisi saat ini (pada saat artikel ini ditulis), sebagian kalangan sudah cepat berbenah diri karena telah mempersiapkan diri mereka guna menghadapi situasi tak terduga seperti ini. Sebagaimana yang dipaparkan di atas, Pemerintah Pusat benar-benar mengoptimalkan penggunaan media daring sebagai sarana meeting atau rapat jarak jauh. Namun apakah cukup sebatas itu? Rasanya TIDAK!

Pola jarak jauh sudah saatnya dipakai sebagai jawaban untuk menyelesaikan tugas-tugas rutin bekerja. Munculnya kebijakan-kebijakan Work From Home (WFH), School From Home atau apapun istilahnya semestinya dipahami sebagai kegiatan bekerja dari rumah, sekolah dari rumah. Artinya WFH bukan berarti mengurangi tingkat produktivitas kerja akibat berkurangnya kegiatan di kantor.

Mindset yang salah kaprah terjadi selama ini adalah “orang yang tidak kelihatan di kantor pasti tidak bekerja”. Padahal itu belum tentu benar, karena produktivitas semestinya dilihat dari perbandingan antara Komponen-komponen Input(SDM, peralatan dan anggaran) dengan hasil kerja Output, Outcome, Impact, dan Benefit. Mindset ini perlu diluruskan dahulu dan dihayati sepenuhnya secara mendalam. Hal tersebut dapat menjadi dasar agar para pemegang kebijakan dapat mempertimbangkan pola atau budaya kerja baru.

Budaya kerja baru ini sebetulnya tidak asing bagi mereka yang mempunyai wawasan/insight yang bagus. Praktek WFH sudah lazim dipraktekkan negara-negara maju, daerah-daerah maju dan perusahaan-perusahaan modern di berbagai belahan dunia. Kalangan tersebut sudah pada tingkatan mengejar produktivitas ketimbang disiplin semu. Disiplin benar-benar diterapkan dalam rangka mengejar produktivitas, bukan sekedar “tunjuk muka”…. kerja – nggak kerja asal hadir.

Covid 19 mencambuk umat manusia untuk segera melakukan revolusi diri agar menyesuaikan diri dengan revolusi industri 4 0. Salam revolusi!!!!

Credits to:

Baca juga : Cara mempercepat Windows 10 dengan trik jitu

Leave a Reply